Halaman

Selasa, 24 Juli 2018

Tentang Daerah Ku

A. Kebudayaan Belitung

1. Maras Taun
   

Maras taun berasal dari kata maras yang berarti meniris (membersikan duri halus) sedangkan taun berasal dari kata tahun. Maras tahun diadakan setiap setahun sekali oleh masyarakat Belitung didesa dan kecamatan sebagai wujud rasa syukur setelah melewati musim panen padi. Maras taun merupakan pertanggung jawaban dukun kampung kepada masyarakat. Ritual utama maras taun adalah: doa awal, tepong taw belitung dan doa penutup. Dalam perayaan ini kita bisa menyaksikan kesenian tradisonal khas Belitung seperti tari sepen, nutok lesong panjang dan ngemping.

Maras taon adat bari’e Urang Belitong dan sampai saat ini masih tetap dilakukan di pulau Belitung namun banyak yang tidak mengetahui bagaimana asal maras tahun ini terjadi di Pulau Belitung.Maras Taun atau disebut juga Maras Taon. Bermuasal sejak kurun waktu yang tak diketahui pasti. Muncul dan berkembangnya prosesi itu seiring dengan pola pikir masyarakat tradisional Belitong. Mulanya penduduk atau masyarakat Belitong yang menempati bagian pesisir atau pedalaman daratan, hidup berelompok menempati wilayah pemukiman yang disebut Kubok dan Parong.

Penghuni Kubok merupakan komunitas kecil berasal dari sebuah keluarga yang kemudian berkembang menjadi beberapa keluarga hingga membentuk perkampungan kecil yang disebut Kubok dan Kubok ini dipimpin seorang yang dituakan disebut Kepala Kubok.

Penghuni Parong merupakan komunitas keluarga yang tidak berasal dari satu keluarga tapi dari beberapa keluarga dan jumlahnya lebih ramai hingga membentuk sebuah perkampungan.

Baik Parong atau pun Kubok dipimpin seorang ketua adat yang “dituakan” disebut kepala Parong atau kepala Kubok. “Dituakan” artinya memiliki kepiawaian, termasuk ilmu perdukunan, karenanya ketua kelompok itu juga otomatis merangkap menjadi dukun yang melindungi warganya.Kemudian Parong atau Kubok beriring masa bertambah populasinya, ketika sudah menjadi sebuah perkampungan maka dukun tersebut tetap menjadi dukun sekaligus merangkap kepala kampungnya, kini dalam masyarakat Belitong dikenal adanya dukun kampong.

Pola ini terus mentradisi hingga zaman ini, bahwa di tiap kampung harus tetap memiliki seorang dukun kampung disamping adanya lurah atau kepala desa sebagai pimpinan politis adminisratifnya. Pembukaan Kubok atau Parong bermula dari membuka hutan guna untuk berladang padi tegalan; sebagai sumber makanan utamanya penduduk Belitong. Sebagai rasa syukur atas panen inilah kemudian diadakan perhelatan ritual Maras taun pada setiap tahunnya. Dalam rasa syukur ini dimintakan pada yang Maha Kuasa untuk keselamatan warga dan keberhasilan untuk panen di tahun mendatang. Rasa syukur ini pada awalnya disebut Memaras atau berselamatan tahun yang kemudian disebut saja dengan “Maras Taon atau Maras tahun.

2. Beripat Beregong
   

Beripat Beregong Sejenis pemainan adu ketangkasan derngan mengunakan rotan sebagai alat pemukul. Masing-masing pemain mengandalkan kemampuan menangkis dan memukul punggung lawan. Yang menjadi pemenangnya ditentukan punggung yang paling sedikit akibat sabetan rotan.Permainnan ini berakhir tanpa menimbulkan dendam diantara sesame pemain. Biasanya sebelum permainan ini dimulai, setiap pemain harus mencari yang disebut nigal yaitu lawin tanding.musik pengiringnya dimeriahkan buyi-bunyian yang terdiri dari music pukul berupa kelinang (gemelan dan gong) serta serunai (alat music tiup) music tersebut dimainkan diatas sebuah bangunan yang tingginya 5 – 6 meter yang disebut balai peregongan. Menurut cerita yang berkembang secara turun temurun, asal mula beripat – beregong bermula dari sebuah kelaka’–sebutan masyarakat Belitung untuk sebuah kampung kecil yang jauh di tengah hutan dan umumnya terletak tak jauhdari ume (huma, dalam bahasa Indonesia, red.) masyarakat. Keleka’ tersebut dikenal dengan nama Keleka’Gelanggang (sekarang Desa Mentigi)

Setelah rotan diberi air jampi, semuanya bersiap-siap. Kedua pemain pun masuk ke gelanggang diiringi tempik sorak
penonton. Semua pengigal yang ada di arena pun harus meninggalkan arena. Kedua orang ini saling berhadapan-hadapan, membuat gaya yang cukup menarik dalam memukul maupun menagkis. Padahal pertandingan sama sekali belum dimulai. Sekejap kemudian pertandingan pun siap dimulai. Kedua jago bersalaman lebih dulu, sambil mengucapkan kata: “Kite ne cuma main, ndak ade dendam udanya.” Dan, sang lawan pun akan menjawabnya dengan ucapan: “Silekan sidak ngempok dulu’”. Setelah itu pertandingan pun dimulai. Kedua jago saling serang, memukul dan menangkis. Suara besutan rotan pun seakan memecah kesunyian malam ditingkahi tempik sorak penonton yang mendukung jagonya masing-masing.Setelah pertandingan berjalan cukup lama, juru pisah turun ke gelanggang, menghentikan pertandingan. Kedua jago pun dibawa ke hadapan dukun. Karena, biasanya, para petarung ini adalah juara di keleka’-nya, jarang ada yang terluka parah.Beripat ini merupakan sejenis permainan ketangkasan dengan menggunakan rotan sebagai alat pemukul. masing-masing pemain mengandalkan keahlian menangkis dan memukul punggung lawan. Untuk menentukan pemenangnya dilihat dari masing-masing punggung pemain yang luka paling sedikit akibat sabetan rotan.

3. Upacara Adat Ritual Buang Jong
   

Buang Jong berasal dari dua suku kata. Buang artinya membuang; dan Jong artinya adalah Jong (sejenis perahu). Dengan kata lain Buang Jong berarti membuang atau melayarkan perahu Jong ke laut, dalam ritual tradisi ini adalah miniatur perahu.Buang Jong – ritual tradisi melepas miniatur perahu yang disebut Jong dan Ancak yang terbuat dari kerangka bambu yang dibentuk seperti rumah yang berisi berbagai macam sesaji – merupakan budaya tradisional, turun-temurun dilakukan setiap tahun oleh Suku Sawang di Belitung pada setiap dimulainya angin barat musim, biasanya pada bulan Agustus atau November, di mana angin dan gelombang sangat besar. Di Belitung, ini disebut Musim Barat. Melalui upacara ritual Buang Jong dengan tujuan meminta perlindungan dan keselamatan, sehingga mereka akan terhindar dari bencana saat mereka berlayar ke laut lepas untuk menangkap ikan sebagai mata pencaharian mereka.Prosesi ini akan berlangsung 3 hari dan malam, sesuai dengan kondisi kebiasaan upacara yang harus dipenuhi. Semua proses upacara dipimpin oleh seorang dukun atau pemimpin adat masyarakat Suku Sawang. Tradisi Buang Jong sendiri berakhir dengan sebuah miniatur kapal dilayarkan dengan berbagai macam sesaji ke laut.Jong dan Ancak Untuk mempromosikan tradisi ini menjadi salah satu kegiatan pariwisata, saat ini, dapat disaksikan pada setiap November, dengan nama Festival Buang Jong untuk di Kabupaten Belitung. Sedangkan di Kabupaten Belitung Timur, Buang Jong sendiri sering dilakukan pada bulan Februari di Pantai Mudong.

4.Nirok Nanggok
 

Merupakan acara penangkapan ikan secara masal yang masih dilaksanakan oleh masyarakat desa Belantu, Kemiri dibagian Selatan Pulau Belitung. Acara ini hanya diadakan pada musim kemarau panjang antara bulanAgustus s/d September.

Pada musim kemarau banyak sungai-sungai menjadi surut dan didalamnyaterdapat banyak ikan. Alat yang digunakan berupa “Tirok dan Tanggok”. Tirok:semacam tongkat kayu yang dibagian pangkalnya dipasang mata tombak, Tanggok: semacam raga yang terbuat dari rotan yang dijalin. Acara ini termasuk sakral, karena itu dalam pelaksanaannya harus melalui tahap-tahap yang cukup panjang dan aturan-aturan tertentu yang tidak boleh dilanggar. Semua prosesi acara ini dipimpin oleh seorang dukun air dan dihadiri oleh pemuka kampong dan seluruh penduduk setempat. Fungsi acara ini adalah mengompakkan/menyatukan dan mempertebal kepatuhan penduduk akan adat yang mereka miliki. Disamping itu juga untuk mengatur penangkapan ikan di sungai-sungai yang telah ditentukan guna melestarikan ikan yang ada di sungai tersebut.Nirok Nanggaok adalah budaya orang Belitung di daerah pedesaan yang dilaksanakan pada musim kemarau panjang , pada saat sungai- sungai dan rawa menjadi kering . Nirok Nanggok adalah kegiatan mencari ikan dengan menggunakan Tirok ( sejenis tombak bermata besi runcing) dan Tanggok ( sejenis jala kecil dengan gagang dari kayu). Kegiatan ini biasanya dilakukan beramai – ramai oleh satu kampung dipimpin oleh seorang dukun kampong yang memimpin jalannya acara.
“Dua tradisi musim kering, mentandik dan nirok nanggok digemari masyarakat Belitong” kata Sjahchroelsiman, Ketua Lembaga Adat Belitung kepada Wakil Bupati Belitung, Sahani Saleh.

5. Mandi Besimbor
   

Mandi besimbor meruupakan puncak acara dari seluruh rangkaian perkawinan adat belitung, yaitu kedua mempelai akan dimandikan dengan air kembang oelh kedua keluarga yang akan diikuti oleh para tamu undangan dengan saling bersiraman air dan kemudian dilanjutkan dengan upacara injak telur serta berebut masuk kamar pengantin.

B.Makanan Belitung

1. Gangan ikan
   

Gangan ikan adalah makanan khas belitung yang mirip seperti sop ikan tapi  dengan bumbu yang dihaluskan dan menggunakan bumbu kunyit,asam,bawang merah,laos,cabe dll . gangan merupakan makan yang berkuah biasanya gangan ditambahkan potongan buah nanas muda untuk  menambahkan rasa asam supaya lebih segar . masyarakat belitung menyajikan gangan dengan nasi dan dimakan bersama-sama keluarga dengan beralaskan tikar . gangan harus menggunakan ikan yang masih segar supaya rasanya lebih enak.

2. Pais (ikan bakar bumbu)
   

Pais Ikan mirip seperti pepes ikan yang terkenal dari sunda tapi tentunya pepes ikan dan pais ikan tidak sama.. Bumbunya sama dengan bumbu gangan. Cuma bedanya gangan direbus sedangkan yang satu ini bumbu dioleskan di ikan lalu dibakar.pais biasanya dipanggang diatas tungku dan dilapisi dengan daun pisang .

3. Rusip
   

Rusip adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan teri yang difermentasikan dalam pot atau guci dengan garam, kemudian ditambahkan gula jawa sebagai perasa. rusip biasanya dijadikan sambal oleh masyarakat belitung dengan cara ditumis dan ditambah cabe supaya menambah rasa pedas didalam rusip itu sendiri. bentuk dari rusip itu sendiri agak encer dan bewarna hijau kepucatan. baunya sendiri sangat menyengat jika dimasak oleh karena itu, sebagian masyarakat belitung lebih memilih membeli sambal rusip yang langsung jadi dari pada harus membuat terlebih dahulu.

4. Kripik telur cumi
   

Kripik cumi adalah makanan ringan yang terbuat dari telur cumi. Telur cumi yang sudah dibersihkan dicampur dengan tepung untuk membuat adonan Kripik cumi. Lalu adonan dipilin sepanjangan ukuran jaring orang dewasa. Kemudian adonan yang sudah dipilin dijemur hingga kering yang selanjutnya di goreng menjadi kripik dengan rasa telur cumi. 

C. Keindahan pantai

Pulau Belitung  memiliki berbagai wisata yang indah dan menarik.

Ragam wisata tersebut bahkan terdengar hingga ke luar negeri. Berlibur di Pulau Belitung merupakan pilihan tepat untuk kamu yang ingin mencari suasana baru!

Selain itu, Pulau Belitung juga mengingatkan kita pada film Laskar Pelangi yang begitu melejit. Berikut ini adalah rangkuman destinasi wisata di Pulau Belitung, Negerinya Laskar Pelangi yang begitu menakjubkan!

1. Pantai Tanjung Kelayang
      
Terletak di Kecamatan Sijuk, pesona keindahan pantai ini begitu lengkap. Terdapat pasir berwarna putih, lautan biru yang jernih serta bebatuan granit raksasa. Saat sore hari, kamu akan mendapati panorama matahari terbenam yang sungguh indah di pantai ini.

2. Pulau Lengkuas
   

Dari kejauhan, pasti akan terlihat mercusuar khas Pulau Lengkuas ini. Tak hanya menikmati pemandangan pantai saja, kamu juga dapat menyelam dan menikmati keindahan bawah laut. Mercusuar yang terdapat di pulau ini juga masih berfungsi sebagai pemandu kapal keluar-masuk melalui pelayaran laut Tanjung Binga dan sekitarnya.

3. Pantai Tanjung Tinggi
   

Pantai ini juga merupakan salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Ombaknya cukup tenang. Wisatawan dapat dengan bebas berenang di pantai ini. Lokasinya berada di Desa Ciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

4. Batu Garuda
   

Di lepas pantai Tanjung Kelayang, terdapat sebuah batu granit raksasa yang bentuknya mirip dengan burung garuda. Karena bentuknya tersebut, batu ini pun disebut sebagai Batu Garuda. Keunikannya tersebut membuat wisatawan berkunjung untuk mengambil foto bersama batu ini.

5. Dermaga Kirana
   

Lokasi Dermaga Kirana ini berada di Desa Lenggang, Kecamatan Gantong, Kabupaten Belitung Timur. Pemandangan danau dengan air yang tenang ini begitu menyejukkan.

Terdapat pula pondok berbentuk keong yang digunakan untuk berteduh dari sinar matahari. Di ujung dermaga terdapat beberapa perahu terikat yang biasanya digunakan sebagai latar belakang foto para wisatawan.

6. Pulau Batu Berlayar
   

Belitung memang dikenal dengan sebaran bebatuan granit di seluruh bagian pulaunya. Pulau Batu Berlayar disebut demikian karena ketika air pasang, bebatuan di pulau ini seakan berlayar di tengah lautan. Berbagai bentuk granit putih menjulang tinggi akan terlihat saat kamu mendekati pulau ini. Sungguh estetik!

7. Pulau Leebong
   

Pulau ini mungkin belum setenar pulau lain di Belitung. Namun, keindahan baharinya pun tak boleh diragukan. Tak hanya dapat menikmati pemandangan pantai, tapi kamu bisa melakukan tracking di tengah pulau ini. Ada pula beberapa rumah pohon yang begitu lucu dan menarik untuk difoto!

8. SD Laskar Pelangi
   

Bangunan yang menyerupai SD Muhammadiyah di film tersebut juga dapat kamu kunjungi saat berada di Pulau Belitung. SD tersebut dapat kamu jumpai di Kabupaten Belitung Timur, tepat di seberang Dermaga Kirana.

Itulah beberapa destinasi wisata Pulau Belitung yang menakjubkan, dan masih banyak lagi tempat-tempat eksotis lain nya. Pulau Belitung ini memang pantas ya untuk disebut Negerinya Laskar Pelangi. Yuk, buktiin sendiri keindahannya!


D. Ciri khas Belitung

SUKU BELITUNG DI SUMATERA SELATAN
   
Suku Belitung adalah penduduk asli pulau Belitung di Kabupaten Belitung, dengan ibu kotanya Tanjung Pandan. Pada tanggal 21 November
2000 Belitung telah ditetapkan menjadi propinsi Bangka dan Belitung. Belitung adalah Kabupaten kepulauan dengan 189 pulau besar dan pulau kecil yang mengelilinginya. Belitung juga dikenal dengan nama Biliton. Wilayah P. Belitung sebagian besar merupakan dataran rendah dengan beberapa bukit.

Selain bekerja di pertambangan timah dan koalin, orang Belitung yang hidup di daerah perkotaan umumnya menjadi pegawai di kantor, yang lainnya menanam karet, lada, kelapa sawit, cengkeh, kelapa, jagung,umbi-umbian, pisang dan padi ladang. Sebagian masyarakat mengembangkan industri kerajinan seperti membuat tembikar dan anyaman rotan daun pandan. Pekerjaan lainnya adalah menjadi tukang besi, membuat perahu dan menjadi nelayan.

Bahasa yang digunakan oleh orang Belitung termasuk rumpun Melayu yang disebut bahasa Melayu Belitung. Ciri khas bahasa melayu Belitung adalah tidak menggunakan huruf h pada kata-kata tertentu dan penggunaan e pepet pada akhir kata, misalnya jauh menjadi jao, hujan menjadi ujan, atau apa menjadi ape, putih menjadi pute, dsb. Ciri-ciri lainya adalah penggunaan kosa kata yang berasal dari pengggabungan dua kata atau lebih, misalnya nakmane dari hendak kemana.

Rumah tradisional orang Melayu Belitung berbentuk panggung dengan dinding dari kulit kayu dan atap berupa anyaman daun sagu. Mereka juga mengenal bentuk perkampungan lain yang disebut kaleka. Penarikan garis keturunan dilakukan secara bilateral, yaitu menurut garis ayah atau ibu. Kelompok keluarga besar orang Belitung pada umumnya terbentuk dalam kaleka yang menempati wilayah tertentu dan memiliki aturan-aturan tersendiri. Suatu kaleka dipimpin oleh seorang kepala adat beserta pembantu-pembantunya. Pemimpin keagamaan adalah seorang dukun yang bertugas memimpin upacara-upacara.

Orang Melayu Belitung menyebut diri mereka orang Bilitong. Di antara204.776 jiwa penduduk, telah ada 30 orang Kristen. Belum ada Alkitab,Film Yesus, Siaran Radio Kristen dalam bahasa mereka. Orang Belitung dikenal sebagai pemeluk agama Islam. Agama Islam masuk ke daerah ini sekitar abad ke-17. Walaupun demikian kepercayaan asli yang bersifat animisme masih berkembang di kalangan masyarakat. Sebagai contoh dalam upacara mengerjakan ladang (marae taun), menangkap ikan (buang jong), menyelenggarakan perkawinan (gawai penganten), dsb. Mereka jugapercaya kepada kekuatan gaib, pada benda-benda keramat dan melakukan berbagai pantangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar